Selasa, 08 Mei 2007

KAMU JUGA BISA KOK!

UNIK! Ya unik. Kamu memang unik, Allah SWT menciptakan setiap manusia berbeda. Coba saja perhatikan sepasang anak kembar. Mereka memang mirip, tapi tidak sama bukan. Antara keduanya pastilah ada perbedaan khas masing-masing. Baik hal yang berfifat fisik ( warna kulit, model rambut, bentuk wajah dsb) maupun yang non-fisik (sifat, kebiasaan, bakat, minat). Perbedaan itulah, yang menjadikan setiap orang itu unik. The one person si different with other person. Jadi, sudah seharusnyalah kamu bangga sekaligus mensyukuri keunikan yang dianugerahkan Allah.Setiap pribadi manusia unik. Berarti tak ada lagi anggapan bahwa kalau Nisa jago menulis cerpen, Arifah mahir bermain alat musik, Nadya selalu menjuarai kompetisi ilmiah dan Ain pemenang olimpiade matematika sementara kamua memandang diri sendiri tak punya bakat yang juga layak dibanggakan. Pada diri setiap orang, terdapat keunggulan masing-masing. Bisa sama dan bisa juga tidak. Menjadi pelajar yang unggul, tak harus memiliki prestasi yang sama dengan orang lain. Justru dengan keunikan itu, setiap orang punya keunggulan masing-masing. Keunggulan itulah yang menjadi khas dirimu. Sehingga layak jika jika manusia dikatakan unik, betul nggak?...Tentu dong, Unik karena kekhasan potensi setiap masing-masing orang berbeda. Oke, sekarang kita sudah memiliki persepsi yang sama bahwa setiap orang memiliki potensi dan keunggulan khas masing-masing. Lalu apa selanjutnya...?. Maka, KENALI DIRI.Srie bisa tahu jika Darma punya keahlian membuat komik Meski hingga saat ini tak ada satupun komik Darma yang terpublikasikan. Mengapa Srie bisa mengetahui hal itu?. Ya tentu saja karena Srie mengenal Darma. Ia tahu jika darma berbakat untuk itu. Oleh karenanya Srie mengantar dan memperkenalkan Darma pada perusahan penerbitan dengan maksud agar karya Darma dapat diterbitkan. Begitu juga dengan kamu. Jika telah bisa mengenali siapa dirimu (termasuk minat dan bakat serta berbagai potensi diri ), tentu saja dengan mudah kamu dapat mengarahkan dan mengembangkan potensi tadi. Jika belum mengenali diri, maka wajar kalau kamu masih berkata: AKU TAK PUNYA BAKAT SEPERTI DIA, MAKA AKU TAK DAPAT BERPRESTASI.Sekarang kamu telah berada pada titik pengenalan terhadap kekhasan potensi diri. Maka hal terpenting juga, yakin dan percaya diri bahwa potensi tersebut sangat berharga. Jangan pernah malu untuk menyatakan bahwa kamu punya potensi di bidang tertentu. Apalagi, sampai memandang bahwa potensi yang kamu miliki tidak sehebat potensi orang lain. Atau bahkan lebih rendah. Contoh kasus: Popi merasa tidak pede kalau keahliannya meracik bumbu dan memasak yang super enak tidak bisa disetarakan dengan keahlian Jaka mengutak-atik komputer. Pede aja lagi! Keahlian kamu patut diperhitungkan. Siapa yang bilang kalau Bill Gates lebih hebat daripada.seorang chef Pastilah kita mengatakan kalau kedua-duanya sama hebatnya. Meskipun Bill Gates mampu menciptakan program Microsoft tapi belum tentu dia bisa membedakan antara jahe dan lengkuas J Sepakat nggak?. So..apapun potensi kamu, pede aja lagee. Justru akan lebih payah jika bakat kamu tidak terarah, bahkan kamu sendiri tidak mengenali potensi unik yang telah dianugerahkan Allah. Kamu juga harus percaya diri jika kamu bisa sukses, asal terus mau mengasah dan mengembangkan serta mengarahkan potensi unikmu.Potensi atau bakat setiap manusia, tidak mungkin dong menjadi lebih baik jika tidak dibarengi upaya mengembangkannya. Untuk itu kamu kudu mempersiapkan diri. SIAPAKAN AMUNISI. Coba deh kamu belajar dari kesiapan tempur tentara. Sebelum bertempur mereka tentunya sudah membaca medan dan kesiapan lawan. Jadi mereka tahu perlengkapan apa aja yang harus ada agar bisa memenangkan perang. Begitu juga dengan kamu. Kenali potensi lalu pikirkan apa yang perlu kamu siapkan untuk mengembangkannya. Simak kiat Rina, dia punya keahlian public relation. Wajar jika keterlibatannya di sebuah organisasi pelajar pada bidang Kemitraan Masyarakat dan Lembaga dapat dikatakan sukses. Rina sejak awal bisa mengenali potensinya. Tapi tak sebatas mengenali saja, Rina mengembangkan potensinya dengan banyak membaca, ikut pelatihan, dan kegiatan lain yang dapat mengembangkan potensi PR nya. Percuma dong, punya potensi tapi ga’ dikembangin. Sama aja kan dengan menyia-nyiakan potensi yang Allah anugerahkan.Kamu sudah punya amunisi, lantas?. It’s Show Time.. Aktualisasikan potensi kamu. Caranya?. Kamu bisa mengikuti berbagai kompetisi, lomba, pertandingan dan bentuk-bentuk lain sejenis. Bisa juga bergabung pada beberapa komunitas atau ikut berorganisasi. Saatnya kamu mengiplementasikan wujud syukurmu dengan karya nyata. Kalau potensimu menulis, mulailah menulis. Bergabung dengan komunitas penulis. Kirimkan karya tulis kamu ke majalah, koran atau media apa saja. Atau bisa juga kamu mengikuti lomba-lomba kepenulisan. Sayang kan, kalau potensi unikmu tadi tidak ga’ teraktualisasikan. Kalau ga’ juara? Ga’ dimuat? Gimana dong?......don’t worry….kamu tetap pemenang koq!. Mengalahkan kemalasan, ketakutan, ketidakpercayadirian, ragu, dan malu yang ada dalam dirimu berarti kamu layak dikatakan pemenang. Kamu telah berani untuk mengaktualisasikan potensi unikmu. Jadi ga’ ada alasan kalau kamu harus putus asa. Tapi ambillah setiap peluang yang ada, untuk terus mencoba. Karena prestasi adalah akumulasi dari kegagalan plus satu (peluang berikutnya). Kalau kamu berhenti karena putus asa, berarti kamu telah berpaling dari kemenangan yang menantimu di depan sana. Ingat...setiapa orang layak jadi pemenang! Karena sejak awal penciptaannnya, mental pemenang sudah ada dalam diri manusia itu sendiri. So...saatnya kamu berprestasi!

Tidak ada komentar: